PENDIDIKAN PENDEKATAN MULTIKULTURAL UNTUK MEMBENTUK KARAKTER DAN IDENTITAS NASIONAL DI ERA REVOLUSI INDUSTRI 4.0
Abstrak
Pendekatan
pendidikan multikultural di Indonesia harus dilakukan sedini mungkin dengan
menanamkan nilai-nilai kehidupan dalam rangka pembentukan karakter bangsa yang
ideal di era revolusi industri 4.0. Hal ini disebabkan karena revolusi industri
4.0 yang terjadi secara global ini tidak hanya menimbulkan dampak positif bagi
masyarakat di Indonesia, namun juga menimbulkan dampak negatif. Akibat
teknologi yang serba mudah dan instan, kearifan lokal dalam budaya Indonesia
semakin luntur, misalnya pudarnya sikap toleransi dan tenggang rasa antar
masyarakat, yang kemudian dapat menimbulkan konflik dan diskriminasi di
lingkungan sosialnya. Maka dari itu diperlukan suatu pendekatan multikultural
yang dapat diimplementasikan pada pendidikan di Indonesia, khususnya melalui
instansi pendidikan (sekolah) dan lingkungan keluarga sebagai sumber pendidikan
utama seorang anak.
Pendahuluan
Konflik antar masyarakat baik
pribadi maupun golongan di Indonesia telah banyak ditemukan dalam kehidupan
bermasyarakat. Hal ini terjadi karena keragaman budaya Indonesia yang salah
satunya terjadi karena faktor geografis. Indonesia terdiri dari berbagai suku,
etnis, agama, dan ras, yang apabila perbedaan-perbedaan itu tidak
dikomunikasikan dan tidak disosialisasikan dengan baik akan menimbukan konflik
seperti diskriminasi dan radikalisme. Ditambah pula dengan adanya revolusi
industri 4.0 yang menyebabkan teknologi semakin canggih dan digitalisasi dalam
berbagai hal. Meskipun banyak hal positif yang didapatkan di era ini, namun
kecanggihan teknologi ini juga dapat menjadi bumerang bagi bangsa Indonesia.
Dalam kasus pandemi saat ini
contohnya, dimana sekolah ataupun perkuliahan dilakukan dengan metode
pembelajaran jarak jauh daring via internet. Hal ini menyebabkan interaksi
sosial secara langung oleh pelajar berkurang dan pelajar tidak mengenal
keragaman sosial dan budaya dalam bermasyarakat.
Ketidaktahuan dan
ketidakpahaman mengenai multikulturalisme inilah yang nantinya akan menyebabkan
diskriminasi pada golongan tertentu. Lalu, dalam melakukan pendekatan dalam
pendidikan multikultural, perlu adanya nilai-nilai dan karakter yang
mencerminkan identitas bangsa agar seiring dengan kemajuan teknologi, kearifan
lokal, rasa dan jiwa nasionalis tetap terjaga dan tidak memudar seiringnya
waktu. Tujuan dari ulasan ini adalah untuk lebih memahami bagaimana pendekatan
pendidikan multikultural dapat berpengaruh dalam pembentukan karakter bangsa
yang sesuai dengan nilai-nilai kehidupan di Indonesia pada era revolusi
industri 4.0 ini.
Hasil dan Pembahasan
Revolusi industri 4.0 yang
terjadi secara global memiliki banyak dampak positif seperti semakin canggihnya
teknologi dan pesatnya digitalisasi yang terjadi di berbagai belahan dunia
termasuk Indonesia. Di Indonesia sendiri, kemajuan teknologi ini tidak hanya
membawa dampak positif, namun juga negatif karena dengan mudahnya melakukan
komunikasi tidak langsung melalui teknologi daring dan media lainnya, membuat
masyarakat Indonesia minim melakukan komunikasi secara langsung dan hal ini
dapat menyebabkan adanya gap atau miskomunikasi antar masyarakat. Komunikasi
dalam hal ini termasuk di dalamnya adalah cara berinteraksi satu sama lain.
Apabila terjadi gap knowledge di lingkungan masyarakat seperti ini, maka
kemudian dapat menyebabkan konflik sosial.
Dalam kondisi yang telah
disebutkan di atas, konflik yang terjadi di antara masyarakat ini dilatari oleh
keragaman dan perbedaan latar belakang individu di masyarakat, yang di dalamnya
terdiri dari keragaman etnis, suku, budaya, agama, ras, gender, dan kondisi
fisik maupun psikis individu (keberadaan penyandang disabilitas).
Keanekaragaman ini sebetulnya merupakan ciri khas atau identitas nasional
Indonesia yang menjunjung tinggi Bhineka Tunggal Ika.. Namun tanpa adanya
pengetahuan multikultural, diskriminasi dan radikalisme akan terjadi dalam
masyarakat. Untuk mengantisipasi dan meminimalisir diskriminasi serta konflik
sosial akibat multikulturalisme Indoensia, maka pendidikan multikultural
penting untuk diterapkan sejak dini. Dalam pendidikan di instansi formal
seperti sekolah, pendidikan multikultural harus diposisikan sebagai falsafah
dan pendekatan pendidikan serta menjadi bidang kajian yang harus terus ditelaah
efektivitas dan efisiensinya seiring waktu agar tetap relevan dengan
perkembangan jaman.
Menurut Banks (2002:1-4)
pendidikan multikultural ini akan bertujuan untuk membantu individu memahami
diri sendiri secara mendalam, memebekali peserta didik pengetahuan mengenai
etnis dan budaya lain, mengurangi diskriminasi ras, warna kulit, dan budaya,
serta membantu para peserta didik menguasai kemampuan dasar membaca, menulis,
dan berhitung. Dan sasaran pendidikan multikultural menurut Tatang (2012)
adalah kaum perempuan, kelompok etnis, kelompok minoritas kebahasan, kelompok
berpendapatan rendah, dan penyandang disabilitas.
Dalam melakukan pendekatan
pendidikan multikultural, selain pengetahuan umum mengenai hal tersebut, juga
harus dibarengi dengan menanamkan nilai-nilai kehidupan yang mencerminkan
karakter dan identitas nasional bangsa Indonesia. Menurut Nana (2018) terdapat
empat karakter utama bangsa yang harus tercermin oleh masyarakat Indonesia
yaitu manusia beragama, manusia sebagai pribadi, manusia sosial, dan manusia
sebagai warga bangsa. Untuk menumbuhkan karakter-karakter tersebut, lembaga
pendidikan diharapkan dapat menanamkan nila-nilai kehidupan yang merupakan
identitas nasional, yaitu religius, jujur, toleransi, disiplin, kerja keras,
kreatif, mandiri, demokratis, rasa ingin tahu, semangat kebangsaan, cinta tanah
air, menghargai prestasi, bersahabat, cinta damai, gemar membaca, peduli
lingkungan, peduli sosial, dan bertanggung jawab. Strategi pendidikan
multikultural selanjutnya perlu dijabarkan dalam implikasi di sekolah. Hal ini
dapat diimplikasikan di sekolah melalui (1) membangun paradigma keberagaman
inklusif di lingkungan sekolah, (2) menghargai keragaman bahasa di sekolah, (3)
membangun sikap sensitif gender di sekolah, (4) membangun pemahaman kritis dan
empati terhadap ketidakadilan serta perbedaan sosial, (5) membangun sikap
antidiskriminasi etnis, (6) menghargai perbedaan kemampuan, dan (7) menghargai
perbedaan umur.
Sejalan dengan menanamkan
nilai serta karakter kebangsaan, pendidikan multikultural ini juga perlu
diintegrasikan dengan identitas nasional melalui desain kurikulum yang berbasis
kearifan lokal. Dalam proses belajar mengajar, pendidik perlu menerapkan teori
serta praktik yang memperhatikan keragaman sosial dan budaya dimana pendidik
dapat memberi suatu studi kasus terkait multikuturalisme di Indonesia atau
dapat juga dilakukan secara tidak langsung dengan memposisikan peserta didik
sebagai makhluk sosial yang aktif dalam kehidupan bermasyarakat. Pendidikan
kewarganegaraan juga sebaiknya tetap dipertahanakan bahkan dioptimalisasi di
dalam kurikulum pendidikan, karena di dalamnya kita dapat mengembangkan
nilai-nilai identitas nasional yang telah diuraikan sebelumnya kepada peserta
didik dengan harapan peserta didik tidak hanya sekedar mengetahui namun juga
menerapkan nilai-nilai tersebut dalam kesehariannya.
Kesimpulan
Dapat disimpulkan bahwa dalam
menghadapi konflik sosial di era revolusi industri 4.0 yang bersumber dari
keragaman etnis, budaya, suku, dan keragaman lainnya ini memang perlu suatu
upaya pendekatan ulticultu mutikultural. Dalam melakukan implementasi ulticultu
ulticultural ini peran tenaga pendidik sangat diperlukan dalam menanamkan
nilai-nilai kehidupan dalam membentuk karakter individu yang mencerminkan
identitas bangsa. Pendidikan ulticultural sebagai bidang kajian (dapat melalui
penelitian sosiologi-antropolgis) juga perlu terus menerus dijadikan concern
utama dalam ulticultu di Indonesia. Sehingga apabila kemudian terjadi suatu
kondisi tertentu atau bahkan revolusi global selanjutnya, implementasi
pendekatan ulticultu ulticultural ini tetap relevan dengan multikulturalisme
dan nasionalisme di Indonesia. Karakter keindonesiaan ini adalah harapan bagi
bangsa Indonesia untuk menjadi sebuah bangsa yang besar, karena melalui
karakter yang kuat, sebuah bangsa akan menjadi bangsa yang besar.
Komentar
Posting Komentar